Jakarta, [25/02/2025] - Pemerintah Indonesia kembali mengambil langkah besar dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan dokumen dengan mengoptimalkan penggunaan dokumen digital. Melalui upaya ini, diharapkan dapat menghemat anggaran triliunan rupiah yang sebelumnya digunakan untuk dokumen cetak. Sebagai contoh, anggaran belanja alat tulis kantor (ATK) di kementerian dan lembaga mencapai Rp 44,4 triliun, yang kini menjadi fokus efisiensi pemerintah.
Dalam acara sharing session dan business matching yang diadakan pada [25/02/2025], PDS (Peruri Digital Security) bersama lebih dari 30 mitra siap memberikan solusi digitalisasi dokumen yang aman, mudah, dan efisien melalui penggunaan e-sign dan e-meterai solusi ini dilengkapi dengan teknologi terkini yang menjamin kerahasiaan data pribadi, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna.
Digitalisasi dokumen tidak hanya memberikan efisiensi anggaran, tetapi juga menawarkan berbagai manfaat lainnya, seperti :
- Keamanan
Dokumen digital lebih aman dengan adanya enkripsi, kontrol akses, dan jejak audit yang berstempel waktu. - Kecepatan
Proses pengelolaan dokumen menjadi lebih cepat dan mengurangi kesalahan manual. - Ketepatan
Memastikan dokumen selalu up-to-date dan mengurangi risiko kehilangan atau kerusakan. - Kemudahan
Akses dokumen dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, serta memudahkan kolaborasi antar pihak. - Transparansi
Meningkatkan transparansi dalam proses bisnis dan pemerintahan dengan jejak audit yang jelas. - Governance yang Lebih Kuat
Memperkuat tata kelola yang baik dan mengurangi potensi korupsi melalui pengawasan yang lebih baik.
Pada sesi business matching, PDS mendorong para mitra untuk berkolaborasi dan menggali potensi kerjasama bisnis yang lebih luas. Melalui sinergi ini, diharapkan digitalisasi dokumen dapat semakin bermanfaat bagi bisnis dan pemerintah, memberikan efisiensi yang signifikan dan mengurangi ketergantungan pada dokumen cetak.
"Efisiensi dan digitalisasi dokumen ini tidak bisa dikerjakan sendiri karena proses yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, dari pemilik proses hingga penyedia layanan. Diperlukan kolaborasi dan kemitraan agar bisa mencapai tujuan efisiensi yang optimal 90% seperti yang diputuskan pemerintah," ungkap Direktur ICT Bisnis PDS, Agus F. Abdillah.
Acara ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan transformasi digital di Indonesia, mendukung tercapainya efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan dokumen bisnis dan pemerintahan. PDS dan para mitra berkomitmen untuk terus memberikan solusi inovatif yang dapat menjawab kebutuhan di era digital ini.